Sabtu, 31 Oktober 2015

Berbagai tingkat keanekaragaman hayati di indonesia


Materi Biologi Tentang Berbagai Tingkat Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Materi Biologi Tentang Berbagai Tingkat Keanekaragaman Hayati di Indonesia - Makhluk hidup dapat dijumpai di berbagai lingkungan. Pada lingkungan terdapat faktor abiotik yang mempengaruhinya, seperti topografi, geologi, dan iklim. Penyebaran makhluk hidup pada kondisi lingkungan abiotik yang berbeda memberi kemungkinan adanya keanekaragaman hayati. Hewan dan tumbuhan yang hidup di darat berbeda dengan yang hidup di perairan. Perbedaan itu misalnya pada warna, bentuk dan ukuran. Perbedaan tersebutlah yang menimbulkan keanekaragaman. Selain faktor lingkungan, keanekaragaman dapat disebabkan oleh faktor gen.
Berbagai Tingkat Keanekaragaman Hayati di Indonesia


1. Berbagai tingkat keanekaragaman hayati

a. Keanekaragaman gen
Keanekaragaman yang menyebabkan variasi antar individu yang masih berada dalam tingkat spesies yang sama. Contohnya : kelapa macamnya yaitu kelapa gading; kopyor; hidrid; dan kelapa hijau, mangga macamnya mangga tali jiwo; gadung; golek; dan arumanis, padi macamnya padi IR; sedani; wulu; dan kapuas.

b. Keanekaragaman jenis

Keanekaragaman yang menyebabkan variasi antarspesies, lebih mudah diamati karena perbedaan lebih menyolok. Contohnya : variasi famili Palmae antara lain kelapa; siwalan; aren dan pinang, variasi famili Graminae antara lain padi, gandum, tebu, dan jagung.

c. Keanekaragaman Ekosistem

Dari semua variasi yang ada pada setiap tingkat jenis akan mempunyai tempat hidup yang berbeda, tempat hidup ini akan membentuk ekosistem yang berbeda pula. Contohnya : kelapa ekosistemnya di daerah pantai, siwalan ekosistemnya di daerah kering, aren ekosistemnya di daerah rawa.

Ruang lingkup biologi,kerja ilmiah,dan keselamatan kerja



Materi  SMA Tentang Ruang Lingkup Biologi, Kerja Ilmiah dan Keselamatan Kerja
 - Seperti yang kita ketahui, biologi berasal dari 2 kata yakni Bios (hidup) dan Logos (ilmu) . Sehingga dapat disimpulkan bahwa biologi adalah ilmu yang mempelajari segala seluk-beluk tentang makhluk hidup, baik itu kehidupannya, struktur tubuhnya, hubungannya dengan lingkungan dan lain-lain.
  • Zoologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang hewan;
  • Botani, yaitu ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan;
  • Mikrobiologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang mikroorganisme;
  • Bakteriologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang bakteri;
  • Virologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang  virus;
  • Mikologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang  jamur;
  • Parasitologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang parasit;
  • Ikhtiologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang ikan;
  • Malakologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang moluska;
  • Ornitologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang burung;
  • Entomologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang serangga;
  • Vikologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang alga atu ganggang.
  • Sitologi, yaitu ilmu yang memperlajari tentang sel;
  • Histologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang jaringan;
  • Morfologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luar makhluk hidup;
  • Fisiologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang  fungsi kerja tubuh;l
  • Anatomi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang  bagian-bagian tubuh.
  • Evolusi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang  perubahan makhluk hidup dalam jangka waktu yang lama;
  • Genetika, yaitu ilmu yang mempelajari tentang  pewarisan sifat;
  • Ekologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang  hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya;
  • Etologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang  perilaku dan cara hidup hewan
  • Genetika manusia, yaitu ilmu yang mempelajari tentang  pewarisan sifat pada manusia;
  • Ekologi tumbuhan, yaitu ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara tumbuhan dan lingkungannya;
  • Ekologi hewan, yaitu ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara hewan dan tumbuhan.
  • Membantu mengenal dirinya sebagai makhluk hidup dan membantu mengenal lingkungannya.
  • Memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang dirinya sendiri sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk peningkatan kualitas hidupnya, misalnya sebagai ilmu dasar untuk mencegah penyakit , mengetahui gejala penyakit, dasar pengobatan, dan memilih makanan bergizi.
  • memiliki pengetahuan untuk pemanfaatan Sumber Daya Alam Hayati bagi pemenuhan kebutuhan manusia secara optimal.
  • Sebagai pengetahuan dasar untuk memelihara kualitas dan kelestarian lingkungan , seperti mencegah kerusakan lingkungan , mendaur ulang limbah , menyediakan air bersih , dan mengendalikan hama.
  • Sebagai pengetahuan dasar untuk melakukan konservasi atau pelestarian sumber daya hayati agar tidak punah.
  • Memiliki pengetahuan untuk melakukan diversifikasi pemanfaatan sumber daya hayati dalam rangka ketahanan pangan bangsa
  • Memiliki pengetahuan untuk pengembangan IPTEK berbasis biologi untuk meningkatkan derajat kehidupan bangsa , seperti penguasaan IPTEK di bidang kedokteran, pertanian, industri, pangan, dan sandang.
  • Hipotesis Alternatif ( H¹ )
  •  Hipotesis Nol ( H° )

Biologi juga merupakan salah satu ilmu yang berperan penting dalam kehidupan ini. Karena dengan adanya perkembangan pengetahuan berbasis biologi, kita dapat meningkatakan derajat kehidupan bangsa seperti penguasaan IPTEK di bidang kedokteran, pertanian, industri, pangan dan sandang.
Selain itu, biologi juga memberikan pengetahuan dasar untuk memelihara kualitas dan kelestarian lingkungan seperti mencegah kerusakan lingkungan. Ilmu biologi juga membantu kita untuk mengenal diri sendiri sebagai makhluk hidup dan membantu mengenal lingkungannya.
Dalam biologi, dikenal juga metode ilmiah yang merupakan langkah-langkah untuk memperoleh fakta mengenai suatu fenomena dengan menggunakan kaidah-kaidah yang telah disetujui oleh seluruh komunitas sains.

Materi Fisika SMA Tentang Ruang Lingkup Biologi, Kerja Ilmiah dan Keselamatan Kerja